Lanjut ke konten

KENAKALAN SEBAGAI PERILAKU MENYIMPANG HUBUNGAN SEX DILUAR NIKAH (kehidupan bebas anak kos)

Mei 21, 2010

KENAKALAN SEBAGAI PERILAKU MENYIMPANG

HUBUNGAN SEX DILUAR NIKAH

kehidupan bebas anak kos

oleh Hendri Sulistiawan, S.H.

Abstrak

Masalah sosial yang dikategorikan dalam perilaku menyimpang hubungan sex diluar nikah diantaranya adalah kenakalan remaja. Konsep Kenakalan remaja Pada dasarnya kenakalan remaja menunjuk pada suatu bentuk perilaku remaja yang tidak sesuai dengan norma-norma yang hidup di dalam masyarakatnya salah satunya materi pornografi. Untuk mengetahui tentang latar belakang kenakalan remaja dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu pendekatan individual dan pendekatan sistem. Dalam pendekatan individual, individu sebagai satuan pengamatan sekaligus sumber masalah. Untuk pendekatan sistem, individu sebagai satuan pengamatan sedangkan sistem sebagai sumber masalah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa ternyata ada hubungan negative antara kenakalan remaja dengan keberfungsian keluarga. Di samping itu penggunaan waktu luang yang tidak terarah merupakan sebab yang sangat dominan bagi remaja untuk melakukan perilaku menyimpang.

I. PENDAHULUAN

Proses sosialisasi terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi sosial dengan menggunakan media atau lingkungan sosial tertentu. Oleh sebab itu, kondisi kehidupan lingkungan tersebut akan sangat mewarnai dan mempengaruhi input dan pengetahuan yang diserap. Sutherland dalam (Eitzen,1986) beranggapan bahwa seorang belajar untuk menjadi kriminal melalui interaksi. Apabila lingkungan interaksi cenderung devian, maka seseorang akan mempunyai kemungkinan besar untuk belajar tentang teknik dan nilai-nilai devian yang pada gilirannya akan memungkinkan untuk menumbuhkan tindakan kriminal.

Kartini Kartono (1988 : 93) mengatakan remaja yang nakal itu disebut pula sebagai anak cacat sosial. Menurut bentuknya, Sunarwiyati S (1985) membagi kenakalan remaja kedalam tiga tingkatan ; (1) kenakalan biasa, seperti suka berkelahi, suka keluyuran, membolos sekolah, pergi dari rumah tanpa pamit (2) kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan seperti mengendarai mobil tanpa SIM, mengambil barang orang tua tanpa izin (3) kenakalan khusus seperti penyalahgunaan narkotika, hubungan seks diluar nikah, pemerkosaan dll. Kategori yang dijadikan ukuran kenakalan remaja dalam penelitian kali ini adalah hubungan seks diluar nikah, yang ditekankan pada kehidupan bebas anak kos yang berakibat pada suatu penyimpangan.

II. RUMUSAN MASALAH

Mengapa semua ini terjadi? Semata-mata karena telah lengah berkepanjangan dalam mencermati perkembangan ilmu dan teknologi media serta dampaknya. Penelitian yang saya lakukan menunjukkan bahwa mengenal dan mengetahui materi yang mengandung unsur atau sepenuhnya merupakan materi pornografi adalah dari HP, internet, majalah, VCD bokep, ditambah lingkungan yang mengundang gairah untuk kearah menyimpang, misal melihat mahasiswi sexy bagi yang cowok dan yang cewek karena mungkin mudah dipengaruhi dengan embel-embel cinta!

Lengah dan lugu. Anak muda zaman sekarang mudah di pengaruhi banyak hal yang mempengaruhi otaknya, banyak pikiran mulai dari lingkungan yang luar biasa berpengaruhnya, temen sekitar, atau dorongan hidup yang semakin terjepit karena kebutuhan sekarang makin meningkat, uang jajan yang dikasi orang tua masih kurang. Maklumlah anak muda zaman sekarang apa-apa mesti banyak boros banyak kebutuhan.

Sementara disisi lain pikiran orang dewasa seperti mahasiswa banyak berkhayal banyak mau nya ingin bergaya hidup kelihatan mewah dan menghalalkan segala cara buat dapatkan uang, dan lagi yang tidak kalah hebatnya bahwa kenakalan menjadi sosok yang ingin dicoba-coba dan digemari, efeknya dapat membuat mereka puas dan berfantasi dengan apa yang mereka lakukan, karena kalau tidak nakal para mahasiswa tidak gaul demikian “ tuturnya.

Hilangkan stres pada kuliah yang terus menerus membebani, bingung mengerjakan tugas belum selesai-selesai, malah bikin mumet, nilai anjlok dan lain-lain. Merupakan salah satu faktor penyebabnya juga. Selain itu mungkin dapat ditambah, mahasiswanya sudah agak eror tidak kuat lagi menjangkau pelajaran kuliah, serta kecendungan banyak berleha-leha dan akhirnya malas.

III. TUJUAN PENELITIAN

• Untuk menjelaskan perilaku menyimpang yang berhubungan dengan sex diluar nikah mahasiswa

• Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku menyimpang para mahasiswa

MANFAAT PENELITIAN

• Untuk mengetahui secara lebih mendalam hal-hal yang berkaitan dari perilaku hubungan sex diluar nikah

• Untuk mencegah preventif perbuatan perilaku menyimpang dikalangan mahasiswa

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pemilihan metode ini karena penelitian yang dilakukan ingin mempelajari masalah-masalah sekitar lingkup kehidupan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta ( UMS ), juga hubungan antar fenomena, dan membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian yang ada. Cara pemilihan sampel yang dilakukan pertama memilih wilayah yang akan di teliti, dengan cara melihat kondisi di kos yang bebas dengan lingkungan yang tidak teratur dan perkiraan tingkat kenakalan yang menyimpang. Setelah itu konsultasi dengan mahasiswa baik yang menempati kos atau yang berada diruang lingkup kos berdekatan serta dapat memberikan informasi buat diteliti. Pengambilan sample ini dengan cara random. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dipandu dengan daftar pertanyaan.

VI HASIL PENELITAN

Berdasarkan data di lapangan dapat disajikan hasil penelitian tentang kenakalan remaja sebagai salah satu perilaku menyimpang hubungannya sex diluar nikah.

a) Hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kenakalan.

Salah satu hubungan variabel yang disajikan disini adalah hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kenakalan. Hal ini untuk mengetahui apakah anak laki-laki lebih nakal dari anak perempuan atau probalitasnya sama. Berdasarkan Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar yang melakukan kenakalan khusus adalah anak perempuan kira-kira (63,3%) Dengan demikian maka anak laki-laki kecenderungannya akan melakukan kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan lebih dibandingkan dengan anak perempuan melakukan hubungan sex, dapat disimpulkan bahwa kecenderungan untuk melakukan kenakalan khusus ataupun jenis kenakalan lainnya adalah mereka yang tidak sibuk, atau banyak waktu luang yang tidak dimanfaatkan untuk kegiatan positif atau memang anaknya bandel ( bawaan orok ) sudah menjadi hal biasa bagi mereka.

b) Hubungan Antara Kenakalan Dengan lingkungan.

Diantaranya adalah kemampuan berfungsi sosial secara positif dan adaptif bagi lingkungan yaitu jika berhasil dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupan, peranan, dan fungsinya serta mampu memenuhi kebutuhannya. Dengan demikian faktor yang kuat adalah seperti yang disebutkan di atas, yaitu adanya waktu luang yang tidak dimanfaatkan untuk kegiatan positif, dan adanya pengaruh buruk dalam sosialisasi dengan teman bermainnya atau faktor lingkungan sosial yang besar pengaruhnya buat mahasiswa.

Artinya di lokasi penelitian kenakalan remaja yang dilakukan bukan karena rendahnya pengetahuan mereka, karena disemua tingkat pendidikan proporsi untuk melakukan kenakalan sama kesempatannya.

c) Hubungan antara pekerjaan orang tuanya dengan tingkat kenakalan anak serta hubungan dalam keluarga.

Untuk mengetahui apakah kenakalan juga ada hubungannya dengan pekerjaan orangtuanya, artinya tingkat pemenuhan kebutuhan hidup. Karena pekerjaan orangtua dapat dijadikan ukuran kemampuan ekonomi, guna memenuhi kebutuhan keluarganya. Keadaan yang demikian karena mungkin untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, sehingga kurang ada perhatian pada sosialisasi penanaman nilai dan norma-norma sosial kepada anak-anaknya. Akibat dari semua itu maka anak-anaknya lebih tersosisalisasi oleh kelompoknya yang kurang mengarahkan pada kehidupan yang normative. ataupun kedisiplinan yang diterapkan serta nilai-nilai yang disosisalisasikan.

d) Hubungan antara kehidupan beragama dengan tingkat kenakalan

Sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta ( UMS ) sudah tentu porsinya lebih berbobot. Sebab mahasiswa yang menjalankan kewajiban agama secara baik, berarti mereka akan menanamkan nilai-nilai dan norma yang baik. Artinya secara teoritis bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta ( UMS ) tentunya yang menjalankan kewajiban agamanya secara baik, Hal ini berarti bahwa bagi mahasiswa UMS yang taat menjalankan kewajiban agamanya kecil kemungkinan untuk melakukan kenakalan, baik kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan maupun kenakalan, demikian juga sebaliknya.

e) Pernah tidaknya responden ditahan dan dihukum hubungannya dengan keutuhan struktur dan interaksi yang telah dilakukan, serta ketaatan dalam menjalankan kewajiban beragama

Artinya bahwa ketaatan beragama sebagai mahasiswa UMS dan di ruang lingkup UMS belum menjamin untuk bebas dari kenakalan dan penyimpangan yaitu seperti hubungan sex diluar nikah dan materi pornografi. Untuk masalah pernah dihukum atau ditahan responden menjawab belum dan jangan sampai hal tersebut terjadi. Tapi rencananya nanti dia akan bertobat.

Menurut saya masalah tersebut hanya bagian segelintir dari kejahatan lain yang luar biasa heboh nya seperti korupsi dibanding materi pornografi yang dilakukan mahasiswa dan bukan untuk di expose, karena semua orang sudah tahu apalagi dikalangan mahasiswa yang mayoritas pasti sudah mengerti, cukup dan tidak menjadi tabu’ lagi.

VII. KESIMPULAN

Kenakalan remaja dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang, Hubungan Sex Diluar Nikah Dalam perspektif perilaku menyimpang masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma social yang berlaku. Hal yang relevan untuk memahami bentuk perilaku tersebut, adalah mengapa seseorang melakukan penyimpangan, sedangkan ia tahu apa yang dilakukan melanggar aturan.

Becker (dalam Soerjono Soekanto,1988,26), mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang menyimpang mempunyai dorongan untuk berbuat demikian. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami dorongan untuk melanggar pada situasi tertentu, tetapi mengapa pada kebanyakan orang tidak menjadi kenyataan yang berwujud penyimpangan, sebab orang dianggap normal biasanya dapat menahan diri dari dorongan-dorongan untuk menyimpang.

Ketidak berhasilan belajar sosial atau “kesalahan” dalam berinteraksi dari transaksi sosial tersebut dapat termanifestasikan dalam beberapa hal.

Tatanan nilai nilai dan moral sedang dan telah mengalami perubahan yang sangat pesat meluncur kencang kearah kehancuran fisik dan jiwa kita yang luar biasa.

Bagaimana cara menggambarkan otak bekerja yakni sesuai dengan rangsangan dari lingkungan.

Bagi setiap informasi yang masuk, otak membuat jaringan tentang informasi tersebut. Bila informasi tersebut masuk berulang-ulang, maka jaringan yang terbentuk menjadi sangat tebal. Salah satunya adalah Efek Pornografi seperti Kecanduan Kokain Efek pornografi pada otak dinamakan toxic, yang berefek setara ketagihan kokain. ditengarai banyak hal dalam faktor lingkungan.

Terkait dengan pornografi berserak di internet, membuat kecanduan gambar syur teramat sulit dihentikan ditambah Proses sosialisasi terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi sosial dengan menggunakan media atau lingkungan sosial tertentu. Oleh sebab itu, kondisi kehidupan lingkungan tersebut akan sangat mewarnai dan mempengaruhi input dan pengetahuan yang diserap.

Terapis seks Dr Louanne Cole Weston yang juga seorang anggota panel mengatakan, ada tiga hal mengapa seseorang doyan pornografi. Pertama, untuk memuaskan fantasi; kedua, menghindari keintiman dan hubungan dalam kehidupan nyata; dan ketiga atau yang paling banyak menjadikan pornografi sebagai teman sebelum masturbasi. “Seringkali seseorang tidak mendapatkan hal yang diinginkan dalam kehidupan nyata,” kata Dr Weston. Karena itu, pornografi dalam skala tertentu dapat juga menjadi bagian dari hubungan yang sehat, namun pada titik tertentu justru menjadi racun.

Sebagian orang berpaling ke pornografi karena keintiman dalam sebuah hubungan sama sulitnya dengan mempertahankan hubungan itu sendiri. Karena itu kemudian menyisihkannya untuk dinikmati secara rahasia. Selain itu, dengan semakin mandirinya seseorang, ternyata memberi pengaruh terhadap sebuah hubungan sosial. Para pria, kata Dr Weston, lebih mudah terangsang hanya dengan imajinasi. Karena itu sampai kapanpun pornografi tidak akan pernah bisa dihentikan.

Berdasarkan kenyataan di atas, maka untuk memperkecil tingkat kenakalan remaja ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu meningkatkan keberfungsian sosial keluarga melalui program-program kesejahteraan sosial yang berorientasi pada keluarga yang dapat memberikan Tatanan nilai nilai dan moral dan pembangunan social yang programnya sangat berguna bagi pengembangan mahasiswa secara keseluruhan Di samping itu untuk memperkecil perilaku menyimpang mahasiswa dengan memberikan program-program untuk mengisi waktu luang.

Daftar Pustaka

Gunarsa Singgih D at al, 1988, Psikologi Remaja, BPK Gunung Mulya, Jakarta

Kartini Kartono,1986, Psikologi Sosial 2, Kenakalan Remaja, Rajawali, Jakarta

Nazir, Moh, 1985, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta

Soerjono Soekanto, 1988, Sosiologi Penyimpangan, Rajawali, Jakarta

From → Karya Ilmiah

Satu komentar
  1. ada karya tulis ilmiah tentang pemenuhan seks dengan prilaku masturbasi pada pasien skizofrenia,,,,,????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: