Skip to content

Surat Untuk Kiran…

Mei 21, 2010
16 Mei 2010 jam 4:38 | 

Oleh Hendri Sulistiawan

..
Kiran, setelah kau baca ini, mungkin aku sudah jauh..
Maaf aku tak memberitahumu sebelumnya..

Sungguh aku gelisah,
Sudah lama aku memendam rasa, namun selalu keduluan oleh orng lain
Cinta seperti apa yg hendak aku tujukan padamu..
Seperti dilema namun ujung2nya menyebalkan juga ..

Waktu pertama aku tahu, kau mulai deket dengan pria itu..
Aku sudah rasa, dan merasamu adalah kebanggaan yg luar biasa…
Dan terhenti, pacaranmu membuatku khawatir..

Lingkaran pena membaca dengan tajamnya..
Ujung-ujungnya, kau anggap lebai juga..

Aku memang tak tahu cara yg benar berucap perkenalan..
Aku tahu, dan tak kan pernah bisa seperti yg kau pikirkan
Aku bukan pria yg sok baik, tapi aku bisa melihat keterpurukan

aku tak pungkiri, kaulah wanita yg selama ini menjadi pelangiku

Umm, aku rasa, aku sedang melihatmu dari kejauhan..
Dan pelangi itu lama-lama terhapus dalam derasnya hujan..
Setiap jam setiap waktu, setiap apa yg aku rasa..
Melamun adalah kebiasaanku…

Setiap hari itu, melihatmu manis seperti kue terang bulan keju
Mungkin kali ini aku gak tahu harus bilang cemburu itu apakah pantas aku rasa!!
Kebab turki rasanya mual sekali yach…
Aku bosen terus menerus menjadi penasehat kecintaanmu..

Dan pikiranku hambar, kenyataan hidup, aku tak seperti orng yg kau cintai
Di depanku, di hadapanku, kau selalu curhat soal dia, kau banggakan dia..
Sungguh bahagianya sosok orng itu, yg di dunia ini, jika mendapatkanmu
Betapa cinta nya kau sama dia, dan aku turut senang dalam maumu..

Namun cinta terus terang, aku sangat tak enak hati
Melihat kau sedang bahagia, sementara aku..
aku rasa aku sudah siap melarikan diri darimu..

Apalagi sekarang Kau sudah gak bisa lepas darinya…
Aku tahu kau sudah di apa2in kena dia..
Dan aku hanya bisa sedih, mengapa kau tak bisa menjaga diri..

Kiran, aku ingin protes,
Tapi aku tak bisa berdemo tentang sebuah rasa
Karena aku adalah lelaki yg malu-malu dan jarang berterus terang..

Kiran, kita selalu sama dalam mempersepsikan keadaan
Bahwa perasaan cinta itu, adalah perubahan diri.
Untuk menjadi lebih baik, bukan menjadi terpuruk

Dan kuharap kau percaya,
Rasamu jauh lebih penting ketimbangku..

Aku ingin saja teriak tat kala itu,
Namun, sungguh rincinya aku pertimbangkan ini
Aku sudah cukup kehabisan akal,
Dan sulit kujalani seperti biasa yg kau mau..

Kiran, kamu enggak boleh sedih yach..
Kl aku nanti gak ada kabar,..
Kau mungkin sudah tahu, priamu itu sungguh memprotectmu dengan ketat..

Kau boleh saja gak pernah tahu,
Kau boleh saja tertawa dan menertawakan ini…
Kiran, kurasa aku sudah di bandara dan mau check in…
Ku ucapkan da.. da.. yach, jgn nyusul, please, dah telat bgtt neh…hehe

Ohya,,
da satu lagi..
Kiran, hujan lagi neh cuaca..
Km maseh inget gak??,kl musim hujan ini adalah lagu aishiterumu
Tatkala ingin sembunyi di balik basahnya..
Kehangatan raga yg terpisah jauh,
Percayakan padaku tuk menjaga diriku sendiri…
Bye..byee..

From → Puisi Qu

One Comment
  1. nice post….
    salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: